Thursday, December 3, 2009

Agama menurut seorang penganut deisme

Izinkan saya untuk memulai tulisan kali ini dengan kalimat
BHINEKA TUNGGAL IKA


Blog yang kali ini mungkin sedikit menyinggung persoaalan yang tidak ada penyelesaiannya, saya dengan tegas di awal blog ini ingin mengatakan bahwa tujuan blog ini bukan untuk menghina, bukan untuk saling menjatuhkan, tidak ada agama yang lebih benar dari yang lain, tidak ada yang lebih buruk dari yang lain.

Saya sendiri seorang katolik, saya selalu mengusahakan untuk ke gereja tiap minggu (kalo gak bolong). jadi jangan bilang saya ateis atau penganut deisme.

karangan dibawah ini bersifat fiktif... cuma merupakan teriakan hati yang muak sama semua konflik...

orat-oret seorang penganut deisme
Memangnya salah ya kalau saya percaya Tuhan tapi tidak beragama?
Orang-orang yang ekstrimis dan radikal selalu menghujat saya, apapun agamanya. Dia bilang keselamatan hanya ada lewat ajaran Tuhan/Nabi/Juru selamat mereka.. mereka klaim kalau satu-satunya jalan menuju surga adalah dengan masuk agama mereka yang cinta damai.

*meludah*
Apaan! MUNAFIK!
mereka (umat yang menganut suatu agama) tidak sadar ya kalau agama mereka itu semua ciptaan Manusia?
Agama mereka itu ada karena manusia! manusia lah yang membuat semua idealisme itu dihubung-hubungkan dengan Tuhan. Makanya sekarang mereka bisa bertengkar satu sama lain, mereka anggap Tuhan mereka beda, mereka anggap jalan yang lain salah.

Mungkin tujuan awalnya semua itu baik.
Supaya manusia bisa hidup berdasarkan moral serta nilai dan norma, mereka buat aturan-aturan. Tetapi ternyata gagal, why? Karena HUKUM saja tidak cukup. Perlu ada kekuatan supernatural yang tidak bisa dilawan manusia yang ikut andil dalam mengikat kita kepada moral dan norma. Kekuatan yang bisa menghukum kita dengan hukuman yang bersifat abadi.

Lalu mereka pikir "Hei, kenapa kita tidak libatkan Tuhan saja? dengan demikian orang pasti ketakutan, kita cuci otak mereka, kita sebarkan cerita bahwa semua hukum ini ciptaan Tuhan! Dengan demikian manusia pasti tunduk pada aturan ini!"

Hai umat yang punya agama, kalian bilang saya ateis! SALAH, saya percaya Tuhan, sama seperti kalian, hanya saja saya tidak percaya pada agama kalian, saya tidak berani mengatur Tuhan, saya tidak berani mengarang cerita fitnah tentang Tuhan.

Siapa kalian sehingga kalian yakin ajaran kalian adalah ajaran Tuhan sendiri? Kalian begitu sombongnya dengan agama kalian, begitu yakinnya, sehingga kalian MENYERANG agama lain!

Silakan kalian pergi memerangi satu sama lain, saya disini akan duduk menyaksikan di bawah pohon dalam kedamaian bersama Tuhan saya yang tidak dicemari oleh ajaran kalian.

Ajaran Tuhan saya pun sangat mudah.
Jangan merugikan orang lain.
Setiap saya merugikan orang lain, saya selalu dirubung rasa bersalah. Tuhan saya mengingatkan saya, tindakan saya salah.

Kalian? Kalian bisa saling bunuh. Kalian bisa saling tuduh. Kalian ambil tanah orang lain, atas dasar agama.

Sempat di masa lalu kalian buat kesalahan besar, dan sempat juga saya berharap akan terjadi suatu perbaikan mutu.

Ternyata saya salah, kalian jatuh lagi ke dalam kesalahan yang sama.

Setiap kalian beribadah, apa yang kalian doakan tidak sesuai dengan yang kalian perbuat.

Kalian berdoa untuk perdamaian, keadilan, dan keringanan beban orang lain. Kadang kalian mau mendoakan agama lain.

Tetapi pengemis di jalan kalian berikan lambaian! Pencuri makanan yang mencuri untuk anaknya yang menangis kelaparan di rumah kalian BAKAR! KORUPTOR KALIAN BEBASKAN.

Uang, kalian telan.

Aku pun berdoa pada Tuhanku, mengucap syukur.
"Tuhan, terimakasih, kau jadikan aku orang yang tidak beragama."

Tamat


saya berharap tulisan ini bisa jadi tempat kita berefleksi, apakah benar kita ini menjalankan agama kita dengan sebenar-benarnya? Kita harus bersyukur kita diberi kesempatan untuk memiliki Iman, tidak seperti si penganut deisme tadi. Tetapi dilain pihak, orang tadi mengecam kita, karena perbuatan kita yang tidak mencerminkan seorang penganut agama yang percaya Tuhan, bahkan kadang kita lebih jahat dari seorang Ateis.


Papa saya selalu bilang "jangan pernah memonopoli kebenaran"

dalam artian, tidak ada agama yang 100% benar.

Mari kita berhenti saling menyerang agama lain.
Baik dalam forum, video, ceramah, pengajaran, maupun yang lain-lain.

Kita semua sama, kita adalah manusia. Jadikanlah dunia ini lebih indah dengan saling menghargai keragaman, ajaran pun harus selalu diperbaharui mengikuti perkembangan zaman. Sekali lagi, agama itu adalah ciptaan manusia. Tidak bisa dipungkiri.

Kalau anda tidak percaya, silakan gunakan logika anda, dan carilah asal muasal agama kalian masing-masing.

Jangan sampai ateisme menjadi jalan keluar.

Wednesday, October 28, 2009

I'm back....

Setelah sekian lama gak nulis blog, rasanya gw harus mulai menulis lagi deh, kalo nggak ntar kehilangan sentuhan.. hahaha.. Thread kali ini cuma untuk mengumumkan kedatangan kembali gw.. Tapi gw janji setelah ini akan muncul banyak postingan yang bodoh, semuanya tentang hidup yang gw alami, lewat kacamata nurani..

Cheers~

Thursday, March 26, 2009

Pemilu 2009, Demokrasi ato Dekadensi?

YAK AKHIRNYA PEMILU PERTAMA GUA!
Gw sempet cukup antusias jg mengikuti acara nasional ini demi menyalurkan suara gua.

Gimana gitu rasanya kalo suara gw ikut diitung, dulu kan coblos-coblosan, sekarang contreng-contrengan, apalah itu, pokoknya apa yang gw contreng bisa jadi mempengaruhi siapa yang menjadi apa kan..

peraturannya kan 50% + 1, sapa tau gw si 1 itu.. haha.. abstrak nih, semua juga bisa menganggap dirinya sebagai si 1 itu sih.


ANYWAY...
belakangan ini gw mulai kebingungan, terutama dalam hal pemilu orang orang legislatif alias DPR / DPD (bahkan gw bingung yang mana)

why oh why?

Mari kita bahas pelan-pelan...
Kalo gak salah, dulu kan kita cuma milih partai (jaman sebelom ini) trus kalo gak salah suara terbanyak masuk ke legislatif, dan mereka yang milih presiden, gitu bukan sih? pokoknya gak langsung dan gak terbuka.

Terus direvisi..
Pemilu yang lalu, kita untuk pertama kalinya memilih anggota legislatif, juga lembaga eksekutif alias presiden dan wakilnya dipilih langsung oleh kita rakyat, bukan oleh para MPR DPR itu..
jadi kita pilih sendiri, legislatif sendiri, eksekutif sendiri.. bagus kan? jadi bener-bener suara kita tuh yang berpengaruh ke hasil akhirnya..
caranya kita pilih partai untuk yang legislatif, trus pilih pasangan untuk yang eksekutif,
menyoroti cara milih si legislatif, kita kan cuma milih partainya, nah di dalem partai itu udah ada nomor2nya buat si orang orangnya dia, jadi kaya mereka ada urutan prioritas dalam partainya sendiri. seandainya dia dapet misalkan 6 kursi, otomatis si orang nomor 1-6 dapet kursi di DPR. mudeng gak?

Lalu muncul pemilu 2009 yang semakin terbuka...
Sekarang tiap orang yang punya nomor dalem partai tadi bisa dipilih langsung.
jadi gak berarti si orang nomor 20 dari partai x cuma bisa jadi legislatif kalo partai x dapet 20 kursi.. Jadi bener-bener per orangan..


lalu apa gerangan?

Setelah gw liat-liat, kok rasanya jadi banyak banget sih alternatif yang bisa dipilih?
Lebih parahnya lagi, gak ada satupun yang gw tau atau kenal.

Lah lantas gimana? baik DPD maupun DPR gak ada yang jelas... tapi orang dipaksa untuk milih, kalo golput ntar orang orang jelek yang maju.. bangsanya artis-artis goblok yang gak ngerti apa-apa itu..

Kenapa sih bisa sampe begini?
Menurut gua, menurut gua loh ya.. Si caleg-caleg itu mungkin lebih berusaha untuk mengambil hati orang-orang yang marginal, ato terpinggir, ato proletar, ato apapun lu sebut itu deh.. orang orang yang susah, yang kekurangan... karena emang harus diakui jumlah mereka itu lebih banyak, mereka kaya mayoritas gitu (kesimpulan mayoritas bangsa indonesia miskin?)

Tapi akibatnya, kita yang orang orang berkecupuan eh kecukupan, bingung.
Gua gak pernah tuh melihat ada kegiatan kegiatan yang menunjukan kompetensi masing-masing caleg. yang bisa mengadu, bisa bener-bener menunjukan apakah seorang caleg itu betul-betul kompeten, paham betul dengan apa yang dihadapi, berwawasan luas, bermoral, dan Realistis serta Idealis secara seimbang? (ini standar pilihan gw nih)

Bayangin sekarang di jalan-jalan muncul "sampah-sampah" sebagai usaha desperate dan asal dari para caleg untuk mempromosikan dirinya. Gw dah eneg liat spanduk spanduk dan bendera-bendera yang bener-bener bikin lingkungan keliatan JOROK JOROK JOROK.

Mungkin perlu dibikin undang undang soal kampanye, terutama soal spanduk. OOT bentar.
1. DILARANG MENGGUNAKAN BENDERA ATAU GEBER ATAU SPANDUK DI TEMPAT YANG BUKAN MERUPAKAN MEDIA IKLAN SAH DENGAN TANDA DARI PEMERINTAH DAERAH (PAJAK BLABLABLA)
2. DILARANG MEMASANG SPANDUK YANG KUALITASNYA RENDAH
3. KALO PERLU HANYA DIIZINKAN UNTUK MEMASANG IKLAN DI MEDIA MASSA.

karena gw liat banyak tuh yang masang spanduk di pohon2, tiang listrik, tiang telpon.. itu kan gak ada izinnya??

kembali ke pemilu,
Sekarang bayangkan... di poster-poster sampah itu ada caleg yang nomor urutnya aja udah 2 digit, 17, 18, gitu2..
sekarang bayangin ada berapa partai? 30?
Coba
kalo tiap partai ada 15 orang calon...
15 x 30 = 450
katanya tanpa foto pula.

dan kayanya gak ada yang kita kenal

andaikan orang yang bener2 kompeten itu cuma 30% dari total.. yang berarti kemungkinan kita untuk milih orang yang bener cuma 3 dari 10 contrengan..

Oh tapi katanya kita bisa milih partainya aja ya, biar partainya yang milih orangnya..

trus yang dpd gimana?

Jadi apakah ini demokrasi? saya rasa tidak.
Serius deh, bukannya gw sok pinter, tapi menurut gw ini udah kebablasan, demokrasi sih demokrasi, tapi gak sampe begini deh...


Seharusnya tuh ada media dan kegiatan yang mampu memberikan kita suatu keyakinan terhadap kredibilitas caleg yang akan kita pilih.. mungkin emang belom saatnya..

lalu gimana nih sekarang?
apakah gw harus golput? karena gak tau sapa adalah sapa?
lalu muncul suatu alternatif...


suatu partai yang menurut gw bakal menarik hati gw..
logonya aja udah menarik hati..


tuh apa gw bilang?




editan : OH GW LUPA, waktu itu ada satu partai berinisial GRNDRA yang DANGDUTAN di blakang rumah gua. Sorry guys, no vote for you!

Saturday, November 15, 2008

The Laron Terminator



Waw musim penghujan... sebuah musim yang sungguh indah, terik matahari tertutup awan, gerimis dingin yang menyejukkan di sore hari, mendung yang membuat sekolah tidak terasa... oh sungguh sempurna... eh tapi apa itu? suara apa kah itu??

OH OH OH rupanya, laron2 juga sangat senang dengan musim ini! rupanya ini sumber suara zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz yang menggangu! hahaha

Belakangan ini kira-kira udah 3-4 kali rumah gw di invasi sama laron, sekali muncul jumlahnya sekitar 100-200. Tapi untungnya berdasarkan pengalaman dari tahun tahun yang lampau, gw menciptakan suatu metode efektif untuk membantai para penganggu itu. (berhubung munculnya tuh di dalem rumah)

Caranya sediakan ember yang cukup lebar, isi air, trus nyalakan 1 lampu saja biar dia berkumpul di lampu itu. tau kan laron suka lampu? Nah rata-rata orang cuma naro ember di bawah lampu terus di tinggal. Tapi gw gak suka nunggu. jadi gw nyalain senter yang gw pantulin ke aer di ember, terus gw matiin lampu yang diatasnya.

PLUNG. pada nyemplung deh itu laron ke air, kaya pesawat jepang yang kamikaze waktu perang lawan amerika, bedanya ini gk ada kapalnya. alhasil setiap perang selalu dimenangkan oleh pihak manusia.

CUMA
waktu serangan terbaru dari para laron ini, rupanya mereka juga gak kalah licik, hampir seminggu tanpa serangan, rupanya mereka menggalang kekuatan.

Akhirnya kemarin sore rumah gw diserang oleh laron yang kalo diitung-itung mungkin sampe angka 1.000-2.000!!

oh sungguh-sungguh mengerikan. Gw sampe terpana melihat jumlah yang muncul mendadak dan tiba-tiba. Langsung saja gw, nyokap gw, dan pembantu gw menyiapkan battle plan.

Ember disiapkan, lampu meja dipasang, sapu lidi, sapu ijuk, bahkan baygon juga ikut dibawa ke medan perang.

Serangan gelombang pertama manusia dimulai!! Semua lampu dipadamkan kecuali lampu meja yang mengarah ke ember. Plung plung plung mulai lah laron laron busuk itu menyeburkan diri bak peloncat-peloncat indah olimpiade.



cuma kali ini rasanya laron laron itu gak semua masuk ke air, soalnya saking banyaknya. Malah pada jatuh ke lantai gt... akhirnya gw mengadakan gencatan senjata sepihak (laronnya gak bisa diajak berunding) Terus gw mempersiapkan serangan gelombang kedua. Skali lagi lampu dipadamkan. Lagi-lagi laron masuk ke dalam air dan beberapa jatuh ke lantai.

Setelah beberapa kali mencet saklar lampu, habislah kesabaran gw. Gw ambil sapu lidi gw, gw tebasin itu laron yang ada di tanah dengan penuh emosi dan semangat perjuangan yang mungkin melampaui para pejuang kemerdekaan.

Peperangan demikian berlanjut sampai pukul 8 malam.

Pukul 20:00
Akhirnya laronnya sisa sedikit, yang merayap ditanah paling 20-an, yang terbang 5-10 ekor. Tinggal bersih-bersih aja.. eh.. tapi... apaan tuh? kok laronnya tambah lagi??

RUPANYA laron juga menyerang secara bergelombang. Akhirnya perang tahap dua dimulai. Menggunakan semua fasilitas yang ada, dari baygon, ember, sapu, dan tangan semua dipakai untuk membasmi para laron itu.

baru akhirnya pukul 20:30 malam, gw sudah mulai kecapean, tangan sudah gemetar karena menebasi begitu banyak laron.
gw memutuskan untuk menghentikan peperangan karena sepertinya laronnya udah gak bertambah, walaupun masih ada yang idup beberapa ekor (sampe sekarang jg masih ada kayanya) tapi gw pikir biarlah sisa-sisa itu dibiarkan, jangan buang tenaga, toh mereka juga udah gak terbang.

mulai deh acara sapu sapu yang kaga kelar-kelar gara-gara laronnya muncul terus yang merayap dari meja dari kardus dan dari banyak tempat.



Setelah lumayan bersih, dan udah kecapean, gw mengumumkan perang yang dimulai dari pukul 18:00 sampai 20:30 telah usai dengan total korban jiwa 1233 dari pihak laron dan 0 dari manusia.

Sekali lagi manusia mendominasi bumi.
Teringatlah gw pesan dari Tuhan pada Adam untuk memenuhi bumi dan menaklukan seluruh isinya yang lain. sempat gw berpikir. Apakah ini tujuan gw hidup? Membasmi laron?


Akhirnya gw duduk dengan kecapean, gw melihat ke meja komputer gw, ada 1 laron merayap dekat keyboard. Gw ambil sapu lidi gw, dan dengan nafas terengah gw berbisik :

"You are terminated" *PLAK*


Tambahan : Sampe pagi ini rumah gw masih penuh sayap laron >.<

Friday, October 17, 2008

Laskar Kartini



Gua tau sekarang lagi jamannya Laskar Pelangi, sebuah buku yang menceritakan sekolah kecil berisi murid-murid yang sangat bersemangat untuk belajar, yang akhirnya satu orang sukses (pengarangnya sendiri) dan kuliah di Prancis dsb dsb dsb...

Gua merasa kesel kalo baca buku itu. kenapa? Soalnya penulis itu pinter-pinternya ngangkat objek yang sebenernya terjadi dimana-mana, tapi orang muda menganggep "waah... ini buku unik bangeeet... ceritanya menyentuh!" Padahal kejadian kaya gitu kan banyak banget... cuma pinter-pinternya si Andrea mengangkat dan mendramatisir suatu kejadian... jadi orang suka deh...

Gua punya buktinya..... diatas adalah foto perpisahan SD mami gua, tepatnya ada di Blora. Nama Sekolahnya SD Kartini.

Walaupun SD Kartini adalah sebuah sekolah swasta (dan katanya sih elite), coba liat keadaan ruang kelas dan jumlah muridnya. Iya, itu satu angkatan jumlahnya segitu. Tidak jauh beda kan?
Kepala Sekolahnya juga punya dedikasi tinggi untuk menjadi sekolah terbaik (saat itu ya)

Apa yang terjadi dengan para muridnya sekarang?
Ternyata sangat mirip dengan yang terjadi di buku Laskar Pelangi.

Ada yang berhasil, kuliah di Malang terus dapat beasiswa di CANADAambil master. Setelah itu pulang ke Indonesia selama 2 tahun dan akhirnya ke Canberra dapet PhD.
Sekarang bekerja di tempat penelitian internasional yang agak susah dijelasin, tapi yang pasti sangat-sangat sukses.

Ada yang lumayan.. buka Restoran, ada yang jadi ibu rumah tangga (termasuk mami gw yah) Ada yang jadi pedagang mainan (wah lucu juga) dan juga kerja sama orang.

Tapi juga ada yang laen-laen.
Beberapa jadi pemakai Narkoba. Ada yang sudah mati gara-gara narkoba.
SMA udah nikah. (jaman itu udah cukup jarang lah yang nikah masih kecil gitu)
Ada yang masuk penjara di Nusakambangan gara-gara narkoba. Ada yang stres, jadi sedikit gila mungkin...

Kalo menurut mami gua, orang yang makai narkoba itu dari dulu emang udah bandel banget, paling sering dihukum sama kepala sekolahnya (waktu itu dipanggil oom) Dengan cara dipukul pakai Rotan. Terus dikurung di kamar mandi. Gedenya ternyata begitu juga ya?

Ya memang mungkin gak semua cerita berakhir bahagia yah...

Jadi kesimpulan yang bisa ditarik dari sini, cerita Laskar Pelangi tuh sebenernya biasa aja kan? Itu hal yang dialami banyak orang di sekolah daerah. (Sebenernya gw agak sebel sama Laskar Pelangi soalnya agak menipu gitu, masa iya sih anak SD bisa melakukan hal hal seperti yang dia cerita)

Diluar rasa benci gw terhadap buku Laskar Pelangi, ada satu lagi pelajaran yang bisa kita ambil dari 2 kisah yang mirip ini. Kita sendiri yang menentukan masa depan kita. Terserah kita mau sukses ato nggak, tergantung dari usaha yang udah kita buat selama ini...

Bom Bali = CIA? Mimpi kali ye?

Abu Bakar Bashir bisa ngeklaim kalo bom bali itu adalah perbuatan CIA. Dia bilang si Amrozi cs itu cuma difitnah doang...

Jadi, ada apa ini?
Masa iya, CIA mau memfitnah orang-orang yang gak bersalah, dengan cara mengorbankan orang yang bisa dibilang satu ras sama mereka sendiri? Siapa sih Amrozi itu sampe perlu difitnah?

Abu Bakar Bashir sendiri kan dulu pernah ditangkep gara-gara dituduh jadi "kepala teroris" Sekarang dia mau menuduh CIA? Siapa yah kira-kira yang mau percaya?

Gw sih nggak...

Berikut Kutipan dari MSN atau baca aja di http://news.id.msn.com/regional/article.aspx?cp-documentid=1732001

Indonesian cleric blames CIA for Bali bombing
An Indonesian Islamic cleric linked to the three extremists awaiting execution for the Bali bombings said Thursday the 2002 attack which killed more than 200 people was the work of the CIA.

Abu Bakar Bashir told AFP the US intelligence agency had fired a nuclear missile at the Bali tourist strip from a ship off the coast.

"It has been mentioned as being a micro-nuclear bomb, not a regular bomb... The bomb was made by the CIA, it could be no one else," he said in his house at the Al-Mukmin Islamic boarding school on Indonesia's Java island.

He said the attack was a conspiracy between "America, Australia and the Jews" and the three convicted bombers -- Amrozi, Imam Samudra and Ali Ghufron -- had been framed.

"The bomb Amrozi set off, the first one, at most it shattered glass and didn't wound people, or at most wounded them a little," he said, sitting on the floor and wearing the white clothes and skullcap of a religious man.

Amrozi had been "used by the CIA in coordination with America, Australia and the Jews. The police and the prosecutors aren't brave enough to prove it."

The coordinated October 12, 2002 bomb attacks ripped through packed nightspots on the holiday island's main tourist strip and killed 202 people, mostly foreign visitors including 88 Australians.

Radical Islamist preacher Bashir, aged around 70, served almost 26 months for conspiracy over the attacks before being cleared and released in 2006.

He had been accused of providing spiritual leadership to the Jemaah Islamiyah regional terror group, a claim he denies.

His comments come amid speculation the government is preparing to execute the three bombers by firing squad next week, in line with their 2003 convictions.

The executions have been put off by a series of failed appeals and most recently by the Muslim holy month of Ramadan, raising questions about the government's willingness to kill the men ahead of elections in April.

More than 90 percent of Indonesia's 234 million people are Muslims, but most follow a more moderate version of Islam.

Dismissing Indonesia's Islamic groups as "Jewish organisations," he said he would split from the Indonesian Council of Mujahedin which he had led and form a new group to push for pure Islamic law.

He said he would launch the new group, Jemaah Ansharut Tauhid ("partisans of the oneness of God"), on October 25.

Thursday, October 16, 2008

BLOG!

Yeay, setelah sekian lama menunda, meninjau, serta mempertimbangkan, akhirnya malah ada suatu motivasi untuk bikin blog di blogspot. Hahaha..
Sekarang ini lagi gak enak badan, jadi nulisnya gak bisa banyak-banyak, sebenernya banyak sih yang harus ditulis, apalagi kejadian tadi siang yang hot abis (kebakaran gitu loh, pasti hot) tapi nanti aja deh disimpen buat kapan-kapan..
Yak sekian post pertama yang gak penting ini, sekalian buat coba coba...